Selamat Berpuasa

Gambar

Akte Kelahiran tak pelu Penetapan Pengadilan

Terima kasih kita ucapkan kepada Mahkamah Konstitusi yang telah merevisi UU no 23 tahun 2006 tentang Adminstrasi Kependudukan pada pasal 32 ayat 2 yang pada awalnya berbunyi pencatatan kelahiran yang melampaui batas 1 tahun dilaksanakan berdasakan penetapan pengadilan negeri diubah menjadi laporan pelayanan kelahiran yang melampaui batas 60 hari tanggal kelahiran maka pencatatannya dilakukan setelah mendapatkan keputusan instansi pelaksana setempat jadi untuk Kota Tanjungbalai untuk mencatatkan administrasi kependudukan cukup hanya berdasarkan keputusan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau tidak perlu lagi berdasarkan Keputungan pengadilan Negeri.

Keputusan Mahkamah Konstitusi ini juga sudah direpon oleh Mentri Dalam Negeri (Mendagri) dengan menerbitak  Surat Edaran Nomor : 472.11/2304/SJ tertanggal, 6 Mei 2013, dalam surat edaran ini dinyatakan bahwa, sejak tanggal 1 Mei 2013 pelaporan kelahiran yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun, pencatatannya tidak lagi memerlukan penetapan Pengadilan Negeri, tetapi langsung diproses oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota. berdasarkan Surat Edaran Mendagri tersebut maka Pemko Tanjungbalai tidak mempersulit penerbitankate kelahiran dengan meminta penetapan pengadilan negeri cukup hanya mengacu pada peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. pada pasal 5 ayat (1)     Pencatatan biodata penduduk Warga Negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dilakukan setelah memenuhi syarat berupa:

a.   Surat Pengantar dari RT dan RW.

b.   Dokumen Kependudukan yang dimiliki, antara lain:

  1. Kutipan Akta Kelahiran;
  2. Ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar;
  3. KK;
  4. KTP;
  5. Kutipan Akta Perkawinan/Kutipan Akta Nikah; atau
  6. Kutipan Akta Perceraian.

c.   Surat Keterangan Kepala Suku/Adat setempat, khusus bagi komunitas terpencil/suku terasing.

Kutipan yang dimakud pada poin 5 dan 6 adalah kutipan yang berupa berkas bukan kutipan-kutipan yang lain.

Ditambahkan juga oleh Reydonnyzar mengatakan dalam surat itu Mendagri memberikan arahan kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melalui bupati/walikota. Yaitu agar segera menyesuaikan tata cara, persyaratan pelayanan pencatatan kelahiran, dan penerbitan kutipan akta yang pelaporannya melampaui batas waktu 60 hari sejak tanggal kelahiran.

“Sejak 1 Mei, pelaporan kelahiran yang melampaui batas waktu 1 tahun, pencatatannya tidak perlu lagi melalui penetapan pengadilan negeri. Tetapi, langsung diproses Dinas Dukcapil kabupaten/kota,” katanya.

Donny -begitu ia disapa- melanjutkan pelaporan kelahiran yang melampaui batas 60 hari sejak kelahiran, pencatatan kelahirannya dilaksanakan setelah mendapat keputusan Kepala Dinas Dukcapil. Juga dilengkapi dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam Perpres No. 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

“Seperti, adanya surat keterangan lahir dari rumah sakit atau bidan, akta nikah untuk dapat dicatat dan diterbitkan kutipan akta kelahiran,” kata Donny.

Terkait teknis prosedur pengurusannya, kata Donny, bisa saja masing-masing daerah menerbitkan aturan tersendiri melalui peraturan daerah (perda). Tetapi, menurutnya tanpa melalui perda pun surat edaran ini sudah bisa dilaksanakan sebagai pedoman

Dulu dan Kini

Sekedar berbagi dan membayangkan indahnya Tanjungbalai di masa lalu.

images                       Titi Silo pada masa lalu, Sumber Wikipedia

images (1)                      Titi Silo pada masa lalu tampak dari atas, sumber Wikipedia

63293_130222900364027_100001289546518_174742_3942905_n              Titi Silo pada mas kini pada siang hari

Image0144                                       Titi Silo pada masa kini di kala senja

Adipura oh adipura

download                                 DR, Thamrin Munthe (Walikota Kota Tanjungbala, baju kuning) Rolel Harahap (Wakil Walikota Tanjungbalai baju coklat) dan Dra Armaini Jannah (Ketua PKK baju biru) Sumber Foto AntaraSumut.com

Keberhasilan kota Tanjungbalai dalam meraih piala Adipura tahun 2013 ternyata mendapatkan banyak tanggapan di masyarakat, dalam pembicaraan-pembicaraan di media sosial, cukup ramai sekali, ada yang bilang piala Adipuranya dibeli di Sukaramai, ada yang bilang itu piala adipura yang tahun-tahun kemarin.

Dalam pandangan kami hal ini terjadi hanya karena lemahnya tim Humas pemko Tanjungbalai dalam menangani media, karena seluruh Kabupaten/Kota yang meraih piala adipura telah tersosialisasi kepada masyarakat, karena piala adipura berarti keberhasilan masyrakat dalam menjaga kebersihan yang dikelola oleh Pemko Tanjungbalai dengan baik.

Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa kota Tanjungbalai belum pantas mendapatkan piala Adipura karena kota ini konon katanya masih sangat kotor, sampah berserakan dimana-mana dan tata ruang yang semrawut, padahal masyarakat kurang paham bahwa yang tempat-tempat yang dinilai itu telah ditentukan sebelumnya, sehingga kami pikir sangatlah perlu Pemko Tanjungbalai memberikan informasi yang benar dan akurat bagi masyarakat sehingga tidak terjadi lagi kesimpang siuran informasi dan penilaian yang positip dari masyarakat.

Apaun ceritanya alhamdulillah kota Tanjungbalai telah meraih piala adipura tahun 2013 dan jika memang di kota ini memang masih ditemukan sampah yang berserakan dan tata ruang yang tidak terkelola maka besar harapan kami agar hal ini menjadi perhatian Pemko Tanjungbalai, berdayakan dinas kebersihan dan pasar secara maksimal, kota ini jangan hanya bersih di titik-titik penilaian adipura dan pusat kota saja, karena jika kota bersih maka masyarakat akan sehat dan kota Tanjungbalai akan terus berjaya untuk tahun-tahun kedepan.

download (1)                                                Tugu Adipura Kota Tanjungbalai, Sumber Foto Dinas Tata Kota

1st Kopdar ‘I love TANBE’ ……

Media Jejaring Sosial akhir-akhir ini begitu menjadi populer dikalangan masyarakat, sehingga menjadi kebutuhan yang begitu primer dari kehidupan. Jika dahulu media informasi terbatas hanya pada telepon saja, sekarang jauh lebih berkembang begitu pula dengan pola pikir sosial dari masyarakat lebih terbuka dalam segala hal, berbagi sesuatu (share) atau sekadar  menambah teman melalui jejaring sosial contohnya seperti facebook, twitter dll.

Baru-baru ini sekumpulan anak-anak muda Tanjungbalai yang tergabung dalam grup facebook ‘ I love TANBE’ mengadakan acara Kopdar (kopi darat) di RM. COKRO 45 yang beralamat di jalan cokro kota Tanjungbalai. Ketika dihubungi lewat handpone admin blog ini, Muhammad Syarif salah satu anggota grup mengatakan bahwa acara tersebut sebenarnya spontan saja sekaligus merayakan ulang tahun yang pertama grup TANBE, dan ini bisa jadi sebuah acara kopdar pertama anak-anak muda di kota tanjungbalai, bayangkan kami pada awalnya tidak begitu saling mengenal, tetapi kami bisa akrab dan berbagi sesuatu yang bermanfaat untuk diri kami sendiri maupun untuk kota Tanjungbalai yang kami cintai ini. Jika tidak kita, siapa lagi.. ada banyak hal yang bisa kita lakukan bang!!”

Irfan Nasution, S. sos, Anggota komisioner KPU kota Tanjungbalai divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, menanggapi hal semacam ini begitu antusias beliau berpendapat bahwa kegiatan-kegiatan semacam ini lebih banyak memiliki nilai positif nya bagi anak-anak muda kota tanjungbalai, beliau juga mengaku terkejut bahwa ternyata tidak hanya di Medan dan kota-kota besar saja yang anak mudanya mau melaksanakan ‘kopdar’ seperti itu, Tanjungbalai juga. Harapannya kedepan, semoga grup ini mampu berbuat sesuatu untuk kota Tanjungbalai kita yang tercinta ini, tidak perlu hal yg besar, menjaga kebersihan kota kita ini saja sudah berarti ‘berbuat’ untuk kebaikan kota.

Demikian.

Admin.

Salah Satu Penyumbang

Salah satu penyumbang rusaknya jalan2 di Kota Tanjungbalai, khususnya jalan Arteri

Mungkin kurang jelas kontribusi truk ini dalam merusak jala2 di Tanjungbalai. ini ada poto yang lebih jelas

Air yang terus membasahi jalan mengakibatkan hancurnya jalan2 di Kota Tanjungbalai

Nah, sekarang sudah jelaskan kontribusi truk ini dalam menyumbangkan kerusakan jalan2 yang ada di Kota Tanjungbalai ini. Air yang terus menetes sepanjang jalan ini dan dilalui truk2 yang bertonase besar  akan mengakibatkan rusaknya aspal sehingga terbentuklah lobang2 yang indah di sepanjang jalan Kota Tanjungbalai.

Selain itu jika air2 yang menetes ini juga mengandung pasir (debu) sehingga jika jalanan ini kering maka akan lahirlah debu2 yang sangat merusak mata dan paru2 kita.

Kita tidak menyalahkan orang dalam berbisnis tapi  berbisnis yang merugikan orang lain itu yang tidak baik, bayangkan jika setiap pengguna jalan yang lewat memberikan sumpah serapah pada  truk2 pasir dan pengusahanya. Berapa banyak orang yang akan mengutuk saudara jadi alangkah baiknya jika permasalahan ini di cari solusinya.

Terima kasih

Legenda Simardan – Durhaka Kepada Orang Tua, Berubah Wujud Menjadi Pulau

Berbagai kisah dan cerita tentang legenda anak durhaka. Di antaranya, Malin Kundang di Sumatera Barat yang disumpah menjadi batu, Sampuraga di Mandailing Natal Sumatera Utara yang konon katanya, berubah menjadi sebuah sumur berisi air panas.

Di Kota Tanjungbalai, akibat durhaka terhadap ibunya, seorang pemuda dikutuk menjadi sebuah daratan yang dikelilingi perairan, yakni Pulau Simardan.

Berbagai cerita masyarakat Kota Tanjungbalai, Simardan adalah anak wanita miskin dan yatim. Pada suatu hari, dia pergi merantau ke negeri seberang, guna mencari peruntungan.

Setelah beberapa tahun merantau dan tidak diketahui kabarnya, suatu hari ibunya yang tua renta, mendengar kabar dari masyarakat tentang berlabuhnya sebuah kapal layar dari Malaysia. Menurut keterangan masyarakat kepadanya, pemilik kapal itu bernama Simardan yang tidak lain adalah anaknya yang bertahun-tahun tidak bertemu.

Bahagia anaknya telah kembali, ibu Simardan lalu pergi ke pelabuhan. Di pelabuhan, wanita tua itu menemukan Simardan berjalan bersama wanita cantik dan kaya raya. Dia lalu memeluk erat tubuh anaknya Simardan, dan mengatakan, Simardan adalah anaknya. Tidak diduga, pelukan kasih dan sayang seorang ibu, ditepis Simardan. Bahkan, tanpa belas kasihan Simardan menolak tubuh ibunya hingga terjatuh.

Walaupun istrinya meminta Simardan untuk mengakui wanita tua itu sebagai ibunya, namun pendiriannya tetap tidak berubah. Selain itu, Simardan juga mengusir ibunya dan mengatakannya sebagai pengemis.

Lagi

Previous Older Entries