Selayang Pandang Tanjungbalai Asahan (Part 2)

Kesehatan dan Keluarga Berencana

Kesehatan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan manusia. Dengan tersedianya sarana dan prasarana kesehatan, sangat membantu dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.  Kota Tanjungbalai  memiliki 1 buah rumah sakit umum milik pemerintah, dengan kapasitas  79 tempat tidur.Sarana kesehatan di tingkat Kecamatan dan pedesaan di Kota Tanjungbalai cukup memadai. Pada tahun 2007 tercatat ada 8 buah Puskesmas, 13  Pus kesmas Pembantu dan 115 Posyandu yang tersebar di tiap Kecamatan.Tenaga Medis yang tersedia di Kota Tanjungbalai baik negeri maupun swasta ada 16 orang dokter umum, dan 3 dokter gigi. Sementara itu tenaga medis lain seperti bidan ada 68 orang.Di Kota Tanjungbalai, jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) mengalami peningkatan setiap tahun. Pada tahun 2005 ada 23.833 dan pada tahun 2006 ada 24.519 PUS atau naik 2,88 persen kemudian pada tahun 2007 meningkat menjadi  25.286 atau naik 3,13 persen. Persentase akseptor KB aktif berfluktuasi dari tahun ke tahun, tapi pada umumnya berada di atas 50 persen dari jumlah PUS. Sedangkan alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah Pil 6.575  pengguna, Suntik 4.822 pengguna,     Implant    1.450    pengguna,      IUD  771 pengguna, dan sisanya  dengan   alat kontrasepsi  kondom dan MOW/MOP sebanyak 1.335 pengguna.Jumlah Klinik KB di Kota Tanjungbalai ada 26 buah yang tersebar di tiap Kecamatan. Klinik KB terbanyak terdapat di Kecamatan Tanjungbalai Selatan ada 9 buah, Datuk Bandar ada 5 buah, Tanjungbalai Utara 3 buah dan kecamatan lainnya masing-masing memiliki 3 klinik KB.

Panjang Jalan

Jalan merupakan sarana yang sangat penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Sarana jalan yang baik dapat meningkatkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu tempat ke tempat lain.
Panjang jalan di Kota Tanjungbalai pada tahun 2007 sepanjang 277,78 Km, yang terdiri dari 74,68 km jalan hotmik, 63,45 km jalan beraspal, 11,12 Km jalan berkerikil dan 65,92 Km jalan tanah, 32,50 km jalan batu dan 30,11 km jalan beton.
Kondisi jalan di Kota  Tanjungbalai perlu mendapat perhatian yang serius, karena 12,15 persen jalan Kota yang ada dalam keadaan rusak dan rusak berat (33,76 Km). Sedangkan jalan dalam kondisi baik hanya 40,87 persen (113,52 Km) dan sisanya 46,98 persen lagi dalam keadaan sedang (130,5 Km).

Angkutan Darat

Transportasi darat yang tersedia adalah kendaraan bermotor dan kereta api. Kota Tanjungbalai merupakan jalur lintas Kereta Api Medan-Tanjungbalai. Pada tahun anggaran 2007, jumlah penumpang naik di stasiun Kereta Api yang berada di Kota Tanjungbalai sebanyak 228.879 orang.

Angkutan Laut

Di Kota Tanjungbalai, pelabuhan yang ada digunakan untuk arus lalu lintas penumpang, dan untuk lalu lintas barang dari dalam maupun luar negeri .
Pada tahun 2007, penumpang yang berangkat keluar negeri ada 76.209 orang dan yang keluar daerah (dalam negeri) ada 57.719 orang.  Sedangkan barang yang di muat untuk keperluan dalam negeri dan berasal dari dalam negeri sebesar 60.933 ton, sedangkan yang dibongkar ada sebesar 30.181 ton. Sedangkan barang ekspor yang dimuat sebesar   39.291 ton  dan  barang impor yang dibongkar sebesar  30.641 ton.

Keagamaan

Pelayanan terhadap kegiatan yang bersifat keagamaan harus senantiasa dipelihara dan ditingkatkan. Kehidupan beragama yang baik di masyarakat dapat dijadikan benteng dalam menghadapi berbagai masalah yang mungkin timbul dalam kehidupan sosial budaya.Jumlah sarana ibadah bagi umat beragama di Kota Tanjungbalai cukup memadai jika dibanding dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 Jumlah Mesjid ada 45 buah, Mushollah 156 buah, Gereja 30 buah,  Kuil dan Vihara 8 buah.

Jumlah jemaah haji yang berangkat ke tanah suci yang dikoordinir oleh pemerintah seba nyak 143 orang, yang terdiri dari 48 jemaah laki-laki dan 95 jemaah perempuan.Khusus untuk penduduk beragama Islam, pada tahun 2007 tercatat ada 934 pasangan yang melakukan pernikahan.

Tanaman Bahan Makanan

Perkembangan produksi padi sawah di Kota Tanjungbalai dari tahun 1999 s/d 2007 cenderung mengalami penurunan. Penurunan produksi padi sawah tersebut juga diiringi oleh penurunan luas panen.Pada tahun 2000 produksi padi sawah menurun dari 9.608 ton pada tahun 1999 menjadi 4.151 ton pada tahun 2000, sama halnya dengan luas panen dari 1.837 ha pada tahun 1999 menjadi 942 ha pada tahun 2000. Begitu juga pada tahun 2001 dan 2002 masih mengalami penurunan baik produksi maupun luas panen, masing-masing menjadi 1.722 ton dan 420 ha pada tahun 2001 serta 390 ton dan 91,5 ha pada tahun 2002. Tetapi pada tahun 2003 mengalami peningkatan produksi dan luas panen, masing-masing menjadi 1.062 ton dan 253 ha. Pada tahun 2004 baik produksi maupun luas panen sedikit mengalami penurunan, masing-masing menjadi 924 ton dan 220 ha. Pada tahun 2005 terjadi penurunan kembali bahkan sangat drastis baik produksi maupun luas panen, masing-masing menjadi 13 ton dan 3 ha. Penurunan tersebut akibat terjadinya banjir yang melanda areal persawahan. Namun pada tahun 2006 baik produksi maupun luas panen naik sedikit, masing-masing menjadi 281,4 ton dan 67 ha.

 Selanjutnya pada tahun 2007 terjadi kenaikan yang cukup drastis pada produksi menjadi 1.969,8 ton dan luas panen menjadi 469 ha. Kenaikan tersebut terjadi karena lahan tidur akibat banjir yang dulu, sekarang dibuka kembali.

Tanaman bahan makanan lain yang dominan dihasilkan Kota Tanjungbalai selain padi sawah adalah jagung dan ubi kayu. Pada tahun 2007 produksi jagung sebesar 123 ton dan ubi kayu sebesar 415,8 ton.

Produksi tanaman sayur-sayuran di Tanjungbalai pada tahun 2007 untuk produksi terong sekitar 182,62 ton. Produksi tanaman kacang panjang sebesar 270,72 ton, ketimun sebesar 271,92 ton, cabe sebesar 246,81 ton, sawi sebesar 221,94 ton, kangkung sebesar 103,34 ton, bayam 53,79 ton. Sedangkan tanaman buah-buahan dan perkebunan rakyat di Kota Tanjungbalai tidak begitu besar produksinya.

Peternakan

Pada tahun 2006, jumlah kerbau ada 33 ekor. Sedangkan pada tahun 2007, jumlah ternak kerbau naik menjadi 106 ekor. Sementara itu, jumlah ternak kecil seperti kambing tercatat ada 2.760  ekor, domba ada  398 ekor dan babi ada 1.495 ekor.
Populasi ternak unggas seperti Ayam Kampung pada tahun 2006 tercatat ada 30.160  ekor, mengalami kenaikan menjadi 269.191 ekor ayam kampung pada tahun 2007 dan itik manila ada 28.555 ekor pada tahun 2006, mengalami kenaikan menjadi

34.879 ekor pada tahun 2007.
Demikian juga untuk ayam Ras naik dari 4.500 ekor pada tahun 2006 menjadi 8.200 ekor  pada tahun 2007. Produksi daging dari ternak besar di Kota Tanjungbalai pada tahun 2007 tercatat sebanyak 37,81 ton daging sapi,  72,60 ton daging kerbau, 17,85 ton daging kambing dan 199,88 ton daging babi, sedangkan jumlah ternak daging yang dipotong di dalam RPH ada 250 ekor sapi, 330 ekor kerbau, 558 ekor kambing dan 2.665 ekor babi.
Produksi daging yang berasal dari ternak unggas pada tahun 2007 tercatat sebanyak 39,00 ton daging ayam  kampung, 345,00 ton daging ayam petelur, 1.008,00 ton daging ayam pedaging dan 13,60 ton daging itik/itik manila. Sedangkan produksi telur pada tahun 2007 ada sebanyak 919,20 ton telur ayam petelur, 309,44 ton telur ayam kampung dan 390,71 ton telur itik/itik manila. Administrasi pemerintahan Kota Tanjungbalai terdiri dari 6 kecamatan, 31 Kelurahan dan 187 Lingkungan sampai pada Tahun 2010. Kota Tanjungbalai dipimpin oleh seorang Walikota.

Kecamatan

  1. Datuk Bandar
  2. Datuk Bandar Timur
  3. Sei Tualang Raso
  4. Tanjungbalai Selatan
  5. Tanjungbalai Utara
  6. Teluknibung

Walikota

No.

Nama

Masa bakti

1

Dr. Edwarsyah Syamsura

1956 – 1958

2

Wan Wasmayuddin

1958 – 1960

3

Zainal Abidin

1960 – 1965

4

Syaiful Alamsyah

1965 – 1967

5

Anwar Idris

1967 – 1970

6

Patuan Naga Nasution

1970 – 1975

7

H. Bahrum Damanik

1975 – 1980

8

Drs. H. Ibrahim Gani

1980 – 1985

9

Ir. H. Marsyal Hutagalung

1985 – 1990

10

H. Bachta Nizar Lubis, S.H.

1990 – 1995

11

Drs. H. Abdul Muis Dalimunthe

1995 – 2000

12

dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Mulkan Sinaga

2000 – 2005

13

dr. H. Sutrisno Hadi, Sp.O.G. dan Drs. H. Thamrin Munthe, M.Hum.

2005 – 2010

14

Drs. Thamrin Munthe M.Hum dan Rolel Harahap

2011 – 2016

Sumber : BPS Kota Tanjungbalai, Wikipidea, Diknas Kota Tanjungbalai

*) Selayang Pandang Tanjungbalai Asahan (part 1)

1 Komentar (+add yours?)

  1. apriani hura
    Okt 10, 2012 @ 14:28:47

    tanjung balai memeng hebat
    aq bngga mnjdi penduduk tanjung balai

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: